Manusia tidak
lepas dari kegiatan berkomunikasi, dengan komunikasi kita semua dapat
berhubungan satu sama lain. Seseorang yang mempunyai kemampuan berkomunikasi
yang baik akan lebih mudah bergaul terutama dengan lingkungan masyarakat.
Keterampilan berbahasa merupakan modal utama dalam komunikasi yang terdiri dari
4 aspek yaitu: menyimak atau mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.
Komunikasi tidak lepas pula dari kegatan berbicara, maka dari itu keterampilan
berbicara dapat menunjang dalam berkomunikasi.
Keterampilan
ini bukanlah suatu jenis keterampilan yang dapat diwariskan secara turun
temurun walaupun pada dasarnya secara alamiah setiap manusia dapat berbicara.
Namun, keterampilan berbicara secara formal memerlukan latihan dan
pengarahan yang intensif. Berbicara menunjang keterampilan membaca dan menulis.
Menulis dan berbicara mempunyai kesamaan yaitu sebagai kegiatan produksi
bahasa dan bersifat menyampaikan informasi. Akan tetapi, masalah yang terjadi
di lapangan adalah tidak semua orang mempunyai kemampuan berbicara yang baik.
Oleh sebab itu, pembinaan keterampilan berbicara harus dilakukan sedini
mungkin. Keuntungan sosial berkaitan dengan kegiatan interaksi sosial antar
individu. Sedangkan, keuntungan profesional diperoleh sewaktu menggunakan
bahasa untuk membuat pertanyaan-pertanyaan, menyampaikan fakta-fakta dan
pengetahuan, menjelaskan dan mendeskripsikan.
Keterampilan
berbahasa lisan tersebut memudahkan seseorang berkomunikasi dan mengungkapkan
ide atau gagasan kepada orang lain. Pentingnya penguasaan keterampilan
berbicara untuk semua orang agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir,
membaca, menulis, dan menyimak. Kemampuan berpikir seseorang akan terlatih
ketika seseorang tersebut mengorganisasikan, mengonsepkan, mengklarifikasikan,
dan menyederhanakan pikiran, perasaan, dan idenya kepada orang lain secara
lisan.
A. Pengertian Keterampilan Berbicara
Berbicara
adalah aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan
berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang
didengar itu, kemudian manusia belajar untuk mengucapkan dan akhirnya
terampil berbicara. Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan
bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan
menyampaikan pikiran, gagasan,serta perasaan. Dapat dikatakan bahwa berbicara
merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang
kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia
demi maksud dan tujuan gagasan atau ide-ide yang dikombinasikan.
Berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan
faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis,semantik, dan linguistik. Dapat
disimpulkan bahwa berbicara diartikan sebagai suatu alat untuk mengkombinasikan
gagasan-gagasan yang disusun serta mengembangkan sesuai dengan
kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
Berbicara
merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara
langsung apakah sang pembicara memahami atau tidak baik bahan pembicaraan
maupun para penyimaknya, apakah dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan
diri atau tidak, pada saat dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri
atau tidak, pada saat dia mengkombinasikan gagasan-gagasannya apakah dia
waspada serta antusias ataukah tidak.
B. Tujuan Berbicara
Berbicara merupakan sarana kita berkomunikasi satu
sama lain, sebelum menjelasakan tujuan berbicara alangkah baiknya kita
mengetahui terlebih dahulu apa itu fungsi bahasa, fungsi bahasa yang kita tahu
sangat banyak sekali, diantaranya:
·
Bahasa sebagai sarana komunikasi, yaitu kita
tahu bahwa bahasa merupakan sarana kita untuk melakukan komunikasi
satu sama lain.
·
Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi, yaitu
dengan bahasa orang dapat menyatakan
hidup bersama dalam suatu ikatan, misalnya pekerjaan, integritas
kerja suatu instansi atau karyawan.
·
Bahasa sebagai sarana kontrol sosial, yaitu
bahasaberfungsi untuk mengendalikan
komunikasi agar orang yang terlibat dalam omunikasi dapat saling memahami.
·
Bahasa sebagai sarana memahami diri, yaitu
bahasa dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan
mengidentifikasi kondisi dirinya sendiri.
·
Bahasa sebagai sarana ekspresi diri, yaitu
bahasa dapat digunakan untuk mengekspresikan diri, misalnya menyatakan
cinta.
·
Bahasa sebagai sarana memahami orang lain, yaitu
untuk menjamin efektivitas komunkasi.
Dan masih
banyak lagi fungsi bahasa bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya
bahasa yang memiliki fungsi yang banyak itu tak dapat lepas dari tujuan
berbicara itu sendiri sebagai aplikasi dalam berbahasa, tujuan pembicaraan
biasanya dapat dibedakan atas lima golongan yaitu :
1. Menghibur
2. Menginformasikan
3. Menstimulasi
4. Meyakinkan
5. Menggerakkan
C. Faktor Penunjang Kegiatan Berbicara
1. Faktor Kebahasaan
·
Ketepatan ucapan
·
Penempatan tekanan nada, sendi atau durasi yang
sesuai
·
Pilihan kata
·
Ketepatan penggunaan kalimat serta tata
bahasanya
·
Ketepatan sasaran pembicaraan
2. Faktor Non Kebahasaan
·
Sikap yang wajar, tenang dan tidak kaku
·
Gendangan harus diarahkan ke lawan bicara
·
Kesediaan menghargai orang lain
·
Gerak-gerik dan mimik yang tepat
·
Kenyaringan suara
·
Kelancaran
·
Relevansi, penalaran
·
Penguasaan topik
Maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi kegiatan berbicara adalah faktor urutan kebahasaan
(linguitik) dan non kebahasaan (nonlinguistik).
D. Faktor Penghambat Kegiatan Berbicara
Ada kalanya proses komunikasi mengalami gangguan yang
mengakibatkan pesan yang diterima oleh pendengar tidak sama dengan apa yang
dimaksudkan oleh pembicara.Dan ada tiga faktor penyebab gangguan dalam
kegiatan berbicara, yaitu :
·
Faktor fisik, yaitu faktor yang ada pada partisipan
sendiri dan faktor yang berasal dari luar partisipan.
·
Faktor media, yaitu faktor linguitisk dan faktor
nonlinguistik, misalnya lagu, irama, tekanan, ucapan, isyarat gerak bagian tubuh.
Faktor psikologis, yaitu kondisi kejiwaan partisipan
komunikasi, misalnya dalam keadaan marah, menangis, dan sakit.(MDS)
Labels:
OPINI
Thanks for reading Ilmu dan Seni Berbicara. Please share...!


0 Comment for "Ilmu dan Seni Berbicara"