![]() |
| Gbr.JOHANNES LEIMENA |
Dalam berbagai
kehidupan kaum muda saat ini telah mulai kehilangan jati dirinya sebagai
pemuda, bagaimana pemuda tidak lagi menjadi kontrol sosial di tengah-tengah
masyarakat yang multi fungsi. Banyak pemuda saat ini tersulut dengan informasi
yang di dapatkan dari informasi di media, jelas bukan untuk menjadi kontrol
tetapi untuk menjadi yang di kontrol, kaum muda sepertinya begitu cepat untuk di
arahkan kemana air mengalir. Sebagai kaum muda tepatnya Mahasiswa adalah tahap
bereksperimen untuk menunjukkan dirinya sebagai kontrol sosial sejatih,
tentunya suatu yang berfungsi bukan untuk merusak karya penciptaan tersebut tetapi
untuk menyatakan kebenaran dari Sang Pencipta.
Gerakan Gerakan muda pun
bangkit berdiri sejak jaman sebelum hingga saat ini dengan berbagai
metamorfisnya, dari perkumpulan-perkumpulan kecil, hingga melebur menjadi suatu
gerakan sejatih Gerakan Mahasiswa
Kristen Indonesia (GMKI), melalui pengenalan akan organisasi inilah hendaknya
pemudah yang tergabung dalam pendidikan yang di Sebutkan indentitasnya sebagai
Mahasiswa, memproduksi dirinya sendiri dalam wadah pemebentukan karakter untuk
lebih mengenal bahwa sesungguhnya Yesus Kristus, Anak Allah dan Juruselamat
ialah Tuhan manusia dan alam semesta.
Dengan demikian kajian-kajian
dalam setiap problem harus mulai di lakukan. Kehidupan spiritual mari di bangun
agar pengetahuan tidak sia-sia, seperti penulis kutip dari perkataan bapak kita
Johanes Leimena “Iman tanpa ilmu
pengetahun adalah buta dan ilmu pengetahuan tanpa iman adalah lumpuh”, jika demikian maka implementasi dari
spiritual dan pengetahuan itu akan tercurah dalam aplikasinya di pengabdian.
Pengabdian yang seperti apa? Pengabdian untuk Gereja, Perguruan, Masyarakat.
TANDA TANYA?
Ketika di tanyakan “Makna” pemikiran penulis kembali ke konteks histori, bagaimana ketika itu pergumulan para Foundings Fathers GMKI berujuang dengan tenaga dan pikirannya untuk merumuskan terbentuknya Gerakan Mahasiswa Kristen ini, tentunya bukan hanya untuk hal terbentuk akan tetapi jauh lebih dalam yaitu karena motifasi di balik pembentukan tersebut adalah ketertekanan baik secara internal bangsa dan eksternal bangsa, di bab berikutnya akan kita temukan jawaban dari masalah tersebut. Dengan demikian akan terjawab jugalah apa makna dari GMKI ini dengan perspektif sejarah bapak pencetusnya, sesuai dengan judul “Makna Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) sub judul Di Tinjau Dari Perspektif Sejarah Founding Fathers GMKI (Johannes Leimena)”.
Sebagai karya tulis berjudulkan Makna GMKI, kiranya tulisan ini akan semakin menambah semangat para kader seperjungan untuk semakin cinta karena telah mengenal akan maknanya lewat perjuangan para pendirinya. Dan tulisan ini kiranya akan menjadi kilas balik dari rentetan sejarah panjang dan penampakan kita untuk visi kedepan melalui makna sebuah gerakan dari organisasi ini, telah 67 tahun lamanya organisasi berjalan jika di darat, berlayar jika di laut, terbang jika di langit bebas melewati segalah rintangannya. Telah banyak pengalaman yang dimiliki organisasi ini kiranya pengalaman tersebut akan mejadikan kekuatan untuk menghadapi tantangan yang akan lebih besarnya lagi baik di tengah-tengah Gereja, Masyarakat, dan Perguruan.
Biografi Dr. Johannes Leimena
TANDA TANYA?
Ketika di tanyakan “Makna” pemikiran penulis kembali ke konteks histori, bagaimana ketika itu pergumulan para Foundings Fathers GMKI berujuang dengan tenaga dan pikirannya untuk merumuskan terbentuknya Gerakan Mahasiswa Kristen ini, tentunya bukan hanya untuk hal terbentuk akan tetapi jauh lebih dalam yaitu karena motifasi di balik pembentukan tersebut adalah ketertekanan baik secara internal bangsa dan eksternal bangsa, di bab berikutnya akan kita temukan jawaban dari masalah tersebut. Dengan demikian akan terjawab jugalah apa makna dari GMKI ini dengan perspektif sejarah bapak pencetusnya, sesuai dengan judul “Makna Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) sub judul Di Tinjau Dari Perspektif Sejarah Founding Fathers GMKI (Johannes Leimena)”.
Sebagai karya tulis berjudulkan Makna GMKI, kiranya tulisan ini akan semakin menambah semangat para kader seperjungan untuk semakin cinta karena telah mengenal akan maknanya lewat perjuangan para pendirinya. Dan tulisan ini kiranya akan menjadi kilas balik dari rentetan sejarah panjang dan penampakan kita untuk visi kedepan melalui makna sebuah gerakan dari organisasi ini, telah 67 tahun lamanya organisasi berjalan jika di darat, berlayar jika di laut, terbang jika di langit bebas melewati segalah rintangannya. Telah banyak pengalaman yang dimiliki organisasi ini kiranya pengalaman tersebut akan mejadikan kekuatan untuk menghadapi tantangan yang akan lebih besarnya lagi baik di tengah-tengah Gereja, Masyarakat, dan Perguruan.
Biografi Dr. Johannes Leimena
Dr.
Johannes Leimena (anak kedua dari empat anak pasangan
Dominggus Leimena dan Elizabeth Sulilatu) dilahirkan
di kota Ambon, Maluku, pada 6 Maret
1905, di tahun 1914 Leimena berangkat ke Batavia (Jakarta) untuk meneruskan
studinya di ELS ( Europeesch Lagere School), hanya beberapa bulan disana dia
pindah ke sekolah menengah Paul Kruger
School (kini PSKD Kwitang). Setelah menyelesaikan pendidikakanya kemudian dia
melanjut lagi di MULO Kristen, dan mengambil gelar kedokterannya di STOVIA
(School Tot Opleiding Van Indische Artsen), yang kemudian ini merupakan menjadi
cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Leimena
merupakan lahir dari keluarga menengah ke atas dengan kedua orang tua sebagai
guru, oleh karena itu dia terlihat dalam sejarah hidupnya sangatlah mudah untuk
mengenyam pendidikan ketika dimasanya saat itu untuk mendapatkan pendidikan
sangatlah susah bagi kaum masyarakat biasa.[1]
Johannes Leimena Dan GMKI
Johannes Leimena Dan GMKI
Ber-GMKI sering di singgungkan dengan
“ber-Leimena” selaku Leimena adalah pencetus dari berdiri nya GMKI dan dia
adalah orang yang sangat berpengaruh dalam setiap pemikiran dasar-dasar dari
GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia). Leimena memang indentik dengan GMKI
tetapi bukan berarti semuanya adalah Leimena. Sama halnya bernegara Indonesia
jika kita pahami Soekarnolah orang yang paling indentik dengan Indonesia karena
pada saat di jamannyalah Indonesia berdaulat. Tetapi bukan berarti
ber-Indonesia menjadi ber-Soekarno.
Sebagai Mahasiswa
Kristen Indonesia bukan berarti kita harus ber-GMKI, tetapi Leimena dalam GMKI
berusaha untuk memberikan teladan agar dapat menjadi dasar pemikiran, yang
menjadi cerminan bagi mereka di tengah tengah kehidupan terutama bagi kadernya.
Agar dapat menjadi garam dan terang sesuai dengan Yesus Kristus Sang Kepala
Gerakan yang kita Agungkan. Dengan demikian sejarah perjuangan Leimena ini sangatlah
membantu untuk menilisik makna-makna dalam sendi-sendi kehiduapan kita sebagai
Mahasiswa Kristen dan ini bukanlah hanya untuk kader GMKI saja tetapi untuk
umumnya.[2]
Peran Leimena Dalam Perintisan GMKI
Peran Leimena Dalam Perintisan GMKI
9
Februari1950 tepatnya di rumah Dr. Johannes Leimena ketika itu ada suatu
peristiwa, yaitu dua organisasi Kristen bertemu untuk berunding menyatukan
suara untuk kumpulan dan kekuatan yang
lebih besar yaitu PMKI (Perhimpunan Mahasiswa Kristen) dan CSV (Christelijke
Studenten Vereeniging). Dan disini
berhasillah disatukan kedua oraganisasi ini dan melebur menjadi suatu nama
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan inilah yang di kenang dan
dinyatakan sebagai hari berdirinya GMKI. Dan di setiap 9 Februari ini
dilaksanakan Diesnatalis GMKI.[3]
Tetapi
berhasilnya peleburan tersebut bukan tidak melalui rangkaian panjang,
sebelumnya ada yang di sebut sebagai GMK-B (Gerakan Mahasiswa Kristen
Belanda) yang mempelopori juga
terbentuknya GMKI ini. Gerakan Mahasiswa Kristen Belanda ini juga disebut
dengan nama NCSV (Nederlands Christelijke Studenten Vereeniging). NCSV
merupakan bagian dari gerakan muda yang bertugas untuk menginjili bagian dari
penyebaran agama di Indonesia. Dalam kegiatan mereka di Indonesia terekam sejak
1916-1924.
Sejarahwan
dari Universitas Indonesia, R.Z. Leirissa membagi proses panjang perintisan
dari GMKI ini kedalam tiga penggalan besar. Periode pertama yaitu sekitar tahun
1924-1924, kemudian bagian kedua antara tahun 1924-1932, selanjutnya bagian
ketiga pada tahun 1932-1941. Dan Leirissa dalam penelitiannya daru sekian banya
nama penginjil belanda tetapi ada satu yang dia soroti yaitu Dr. Van Doorn,
karena beliau adalah pelopor dari terbentuknya CSV (Chitelijke Studenten
Vereeniging). Dan Johannes Leimena adalah hasil dari binaan penginjil dari
belanda tersebut. Dalam kehidupannya ketika mahasiswa corak kehidupan Leimena
dalam masyarakat dapat kita lihat dalam organisasi, dan itu terbagi dalam dua
bagian dunia pengabdiannya yaitu dengan organisasi kebangsaan dan organisasi
keagamaan. Dengan Leimena dan Van Doorn mereka mempelopori berdinya persekutuan
kebaktian Kristen di kampus kampus. Selama berkulia di STOVIA Leimena lah yang
selalu mendorong kegiatan kerohanian tersebut di kalangan Kristen Kampus.
Lerissa menuliskan bahwa Leimena memimpin
CSV op Java ini selama 12 tahun.[4]
Leimena
dalam menggagas organisasi bercorak keagamaan dan kebangsaan ini tidaklah
sendiri, ada juga beberapa yang lainnya. Yaitu rekan rekan sengakatan dia di
masa itu ketika dia mengketuai CSV dan di
organisasi lain PMKI ada Dr. J. E. Siregar dan Tine Frans, S.H. ketiga orang
tersebutlah yang menjadi bagian penting dalam pertemuan untuk membicarakan
sesuatu pergerakan baru tersebut bersama Leimena.[5]
Potret GMKI Pasca-Soekarno
Potret GMKI Pasca-Soekarno
Dalam perkembangannya
roda kehidupan organisasi GMKI bertumbuh pesat dan di segani, dalam
perkembangannya GMKI dapat beraktualitas dengan tiga medan layannya yaitu
Gereja, Perguruan dan Masyarakat. GMKI memangan dalam perkembangannya tidak
lepas dari sosok Leimena, tetapi selepas dari dunia pendidikan dan mulai
berkarir di dunia politik kebangsaan yang menjabat sebagai menteri di era
Presiden Soekarno, GMKI tetap tampil dengan ideologinya. GMKI tidak segan segan
untuk mengkritik roda pemerintahan jika memang di pandang salah. Begitu juga
dengan Leimena yang menjabat ketika itu tetap dalam kordinatnya. Dia menerima
kritik tersebut, bukan menjadi mengintervensi GMKI selaku dia yang berpengaruh
di GMKI.
Kesimpulan
Kesimpulan
Masa pembentukan adalah
akar dari suatu makna dari suatu produk tersebut. Karena dalam merintis
tentunya ada motifasi, dan di didalam motifasi tersebut akan tersirat seutunya
dari makna yang akan ia lakukan dan pikirkan kedepannya. Dengan demikian pada
masa penyatuan dari CSV Op Java dan PMKI, Leimena telah memikirkan akan suatu
dasar dan pesan tersirat yang akan selalu di ingat seperti yang di kutip
berikut:
"Tindakan ini
adalah suatu tindakan historis bagi dunia mahasiswa umumnya dan masyarakat
Kristen pada khususnya. GMKI menjadilah pelopor dari semua kebaktian yang akan
dan mungkin harus dilakukan di Indonesia. GMKI menjadilah suatu pusat sekolah
latihan (leershool) dari orang-orang yang mau bertanggungjawab atas segala
sesuatu yang mengenai kepentingan dan kebaikan negara dan bangsa Indonesia. GMKI
bukanlah merupakan Gesellschaft, melainkan ia adalah suatu Gemeinschaft,
persekutuan dalam Kristus Tuhannya. Dengan demikian ia berakar baik dalam
gereja, maupun dalam Nusa dan Bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari iman dan
roh, ia berdiri di tengah dua proklamasi: Proklamasi Kemerdekaan Nasional dan
Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injilnya, ialah Injil Kehidupan, Kematian
dan Kebangkitan".
Melalui pesan ini
seutunya kita telah memahami makna mendasar dari GMKI itu di bentuk oleh
Founding Fathers nya, dia yang terlahir dari bentuk inisiatif keadaan sosial
yang tidak sesuai dengan yang dia pikirkan, banyak pengklasifikasian baik dari
pihak manapun oleh karena itu dengan gerakan ini GMKI diharapkan oleh Leimena
menjadi tangan perpanjangan Tuhan untuk menyampaikan kebenaran Nya,
menyampaikan Syalom Allah ditengah-tengah tiga medan layannya.
Kritik Dan Saran
Kritik Dan Saran
Kekurangan dalam
penulisan ini kiranya dapat di maklumi dan penulis juga mengharapkan kritik dan
saran nantinya dari pembaca, agar dapat semakin memperkaya pengetahuan dan
wawasan kita dalam ber-GMKI.
Akhir kata dalam semua
rangkaian penulisan ini penulis ucapkan: Tinggilah Iman
Kita, Tinggilah Ilmu kita, Tinggilah Pengabdian Kita. Ut omnes unum sint.
Syalom. (WNS)
Daftar
Pustaka
Andar Ismail. 2008. Selamat Berkarunnia: 33 Renungan
Tentang Hidup Majemuk.
BPK
Gunung Mulia: Jakarta
Yanedi Jagau. 2000. Dr. Johannes Leimena Negarawan
Sejatih Dan Politisi Berhati Nurani.
BPK
Gunung Mulia: Jakarta
[1]Andar Ismail, Selamat Berkarunnia: 33 Renungan Tentang
Hidup Majemuk, BPK Gunung Mulia, Jakarta:2008,Hal: 78
[2]Yanedi Jagau, Dr. Johannes Leimena Negarawan Sejatih Dan
Politisi Berhati Nurani, BPK Gunung Mulia, Jakarta, Hal:219
[3] Yanedi Jagau, Dr. Johannes Leimena Negarawan Sejatih Dan
Politisi Berhati Nurani, BPK Gunung Mulia, Jakarta, Hal:220
[4] Yanedi Jagau, Dr. Johannes Leimena Negarawan Sejatih Dan
Politisi Berhati Nurani, BPK Gunung Mulia, Jakarta, Hal:221
[5]Yanedi Jagau, Dr. Johannes Leimena Negarawan Sejatih Dan
Politisi Berhati Nurani, BPK Gunung Mulia, Jakarta, Hal:222
Labels:
Tokoh
Thanks for reading MAKNA GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF SEJARAH FOUNDING FATHERS GMKI (DR. JOHANNES LEIMENA). Please share...!


0 Comment for "MAKNA GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF SEJARAH FOUNDING FATHERS GMKI (DR. JOHANNES LEIMENA)"