Fungsi Yang Relevansinya Belum Berjalan Sesuai Yang di Tegaskan Dalam Undang-Undang:
| Relawan MengajarYanti Sinaga & Natalia Gultom |
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Suatu yang sangat nyata dengan observasi yang dapat kita lihat pendidikan nasional saat ini yang terjadi bahwa pendidikan menjadi sebuah syarat untuk dapat diakui sebagai hal yang memiliki ke sahan seseorang memiliki pendidikan yang ia peroleh melalui pendidikan formal. Sehingga sangat gamblang mindset seseorang bahwa pendidikan adalah suatu yang menjadi acuannya adalah nilai akademis dan ijazah sebagai bentuk pencapaianya, dan efek dan imbasnya fungsi dari pendidikan tersebut hanyalah sebatas nilai dan teori-teori akademis yang berpacuh dan berlomba untuk didapatkan.
Roh dari pendidikan tersebut sudah tidak sejalan lagi jika dilihat dari fungsinya sesuai yang di terangkan diatas “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak ,,." Pendidikan nasional telah berubah menjadi sebuah bank "investasi" dimana anak didik adalah objek yang harus diisi dengan istilah lain suatu teori-teori di pindahkan dari guru kemurid tampa pemahaman kepada murid-murid tersebut, dan inilah suatu hal yang dikritik oleh Paulo Freire atau ada juga tokoh Teologi Pembebasan dari amerika latin Gustavo Guiterez.
Roh dari pendidikan tersebut sudah tidak sejalan lagi jika dilihat dari fungsinya sesuai yang di terangkan diatas “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak ,,." Pendidikan nasional telah berubah menjadi sebuah bank "investasi" dimana anak didik adalah objek yang harus diisi dengan istilah lain suatu teori-teori di pindahkan dari guru kemurid tampa pemahaman kepada murid-murid tersebut, dan inilah suatu hal yang dikritik oleh Paulo Freire atau ada juga tokoh Teologi Pembebasan dari amerika latin Gustavo Guiterez.
Dan disini Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun, hadir ditengah masyarakat pematangsiantar yang saat ini dimulai dari kelurahan Asuhan, sebagai proses berpikiri kritis yang diimplementasikan dalam bentuk pelayanan dan kesadaran akan kehidupan sosial ditenga-tengah generasi muda bangsa ini yang belakang hari ini kian terkikis ahlak dan nilai-nilai kesadarannya. Hadir dengan program pelayanan "GMKI MENGAJAR" sebagai bagian dari bentuk kritik terhadap pendidikan nasional yang didapatkan generasi saat ini. Dimana "GMKI MENGAJAR" melayani generasi mudah dengan konsep mendidik "human development".
Dinamika yang beberapa tahun terakhir ini terjadi, dimana tingkat kriminal meningkat, isu-isu sara yang sangat cepat terbakar dinegeri ini, adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pendidikan nasional yang telah kita jalani sampai saat ini. Dan ini seharusnya menjadi tanda tanya besar bagi pemikir dan pemangku kekuasaan di negara ini. Percuma cara-cara pembentukan lembaga ataupun cara-cara politik yang instan dilakukan jika tidak melihat dan memperbaiki kualitas pendidikan nasional tersebut, karena ia tidak lagi berjalan pada rel fungsinya.
Dinamika yang beberapa tahun terakhir ini terjadi, dimana tingkat kriminal meningkat, isu-isu sara yang sangat cepat terbakar dinegeri ini, adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pendidikan nasional yang telah kita jalani sampai saat ini. Dan ini seharusnya menjadi tanda tanya besar bagi pemikir dan pemangku kekuasaan di negara ini. Percuma cara-cara pembentukan lembaga ataupun cara-cara politik yang instan dilakukan jika tidak melihat dan memperbaiki kualitas pendidikan nasional tersebut, karena ia tidak lagi berjalan pada rel fungsinya.
Edukasi Kebudayaan "Tor-tor" Sebagai Indentitas
Koleksi Foto GMKI Mengajar:
| Relawan Mengajar Yanti Sinaga |
| Relawan Mengajar Helen Panjaitan |
| Relawan Mengajar Giovani Nadap-dap & Arlan Tanjung |
| Relawan Mengajar Helen Panjaitan |
Labels:
GALERI GMKI,
OPINI
Thanks for reading GMKI Mengajar dengan Konsep Mendidik "Kritik Kepada Fungsi Pendidikan Nasional ". Please share...!

0 Comment for "GMKI Mengajar dengan Konsep Mendidik "Kritik Kepada Fungsi Pendidikan Nasional ""