![]() |
| Gbr. Manisnya Cokelat LDK |
Who Am I?
- Berpikir Metodologis Sebagai Kerangka Analisis Sosial
Berpikir adalah kegiatan penalaran mengekspresikan pengalaman dengan maksud tertentu. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia ( KBBI ) Berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan mememutuskan sesuatu.Sementara metodologis berasal dari kata metode dan logis,di mana arti metode ialah konsep atau uraian tentang cara untuk melakukan sesuatu,sementara logis diambil dari kata logika ,yang artinya akal sehat dan dapat diterima khalayak umum.Analisis sosial diambil dari kata analisis yang artinya penyelidikan terhadap suatu benda/hal untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Sedangkan sosial adalah masyarakat atau orang-orang di sekitar.Berpikir Metodologi sebagai kerangka menganalisis sosial adalah tentang bagaimana berpikir secara konsep untuk melihat dan menganalisis suatu masalah. Menurut GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun, perlu dipaparkan kepada kader-kader GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun terkhusus kader yang baru mengenal GMKI atau di mapper agar memiliki kemampuan berpikir metodologis.
2. Manajemen Diri
Menurut James. F. Stoner: Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisiran, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian Manajemen menurut Mary Parker Follet : Manajemen adalah suatu seni,karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
Manajemen diri adalah orang yang mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Sedangkan kemampuan mengurus diri sendiri itu dilihat dari kemampuan untuk mengurus permasalahan pada dirinya. Ada beberapa jenis manajemen, yaitu manajemen waktu, manajemen keuangan, manajemen SDM, manajemen peralatan, dsb.
Banyaknya kader yang masih kecolongan dalam mengorganisir waktu dan tanggungjawabnya, dan materi manajemen diri membuat Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun terpanggil untuk membimbing dan memboboti kader. Dengan adanya Materi “Manajemen Diri’ dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ini,harapannya kader-kader GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun mampu menerapkan manajemen diri dalam kehidupan para kader sehari-hari.
3. Berdiakonia Dalam Tiga Medan Layan GMKI
Berdiakonia adalah salah satu Tri tugas gereja yang artinya adalah Melayani. Pemberitaan dan kesaksian itu tidaklah selalu dilaksanakan dengan kata-kata tetapi juga dengan perbuatan atau pelayanan diakonia. Perlu kita ingat, ada kalanya suara perbuatan lebih nyaring gaungnya dari pada perkataan. Dengan tindakan maka Injil juga dapat diberitakan dan didengar oleh orang-orang tuli. Barangkali di suatu konteks tertentu gereja sulit melakukan pemberitaan firman Tuhan (khotbah) karena peraturan-peraturan Negara terkait, dengan tujuan membungkam gereja akan berita keselamatan itu. Akan tetapi dengan pelayanan diakonia gereja tidak dapat dibungkam sebab persekutuan koinonia memiliki seluruh berkat dalam kehidupannya yang dapat dibagi kepada orang lain dalam nam Yesus Kristus. Perkataan, kehidupan dan tindakan diakonia yang kita berikan kepada orang lain atas nama Tuhan Yesus Kristus adalah juga marturia. Maka dari itu, diakonia adalah bagian integral dari misi Gereja. Marturia dan diakonia adalah dua sisi dari mata uang yang sama dan merupakan misi gereja yang mendasar.
Dalam GMKI ada tiga Medan Layannya, yaitu Gereja, Perguruan tinggi dan Masyarakat. Dalam hal ini Kader GMKI diharapkan mampu Melayani (berdiakonia) dalam tiga medan layan GMKI demi mewujudkan Visi dan Misi GMKI. Badan Pengurus Melihat dari adanya perpanjangan tangan Badan Pengurus Cabang yaitu Komisariat di dalam berbagai kampus,maka dalam materi merangsang kader yang belum mengikuti pendidikan Latihan Dasar Kepemimpinan agar mampu melayani dalam kepemimpinannya.
4. Menentukan Skala Prioritas Hidup
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Skala adalah garis atau titik yang berderet-deret dan sebagainya yang sama jarak antaranya untuk menentukan tingkatan. Sedangkan Prioritas adalah yang didahulukan dan diutamakan dari pada yang lain. Maka Skala prioritas adalah Ukuran atau titik kehidupan yang didahulukan atau diutamakan untuk dijalankan dari pada hal yang lain. Kesuksesan sebagai pemimpin memerlukan perjalanan tidak singkat dan cukup berliku. Sukses dapat didefinisikan sebagai realisasi secara berangsur dari sasaran yang telah ditetapkan. Sukses memerlukan disiplin, baik disiplin dalam menentukan prioritas maupun kemampuan yang diperlukan dalam bekerja.
Badan Pengurus Cabang melihat adanya kelabilan dalam kader GMKI PSS dalam hal menentukan
prioritas yang lebih diutamakan. Tingkatan kemampuan dalam hal ini masih sulit terlihat meningkat. Dalam PDSPK 2006 terlihat jelas bahwa harapan dari Materi Latihan Dasar Kepemimpinan ini untuk kader yang akan diberikan pendidikan untuk menentukan yang mana yang lebih utama dan selalu dijaga peningkatannya. Banyak hal yang harus dilihat dengan adanya materi ini,yaitu pribadi dalam diri kader yang dididik dan dibina dalam kepemimpinannya agar semakin bertambah kemampuannya dalam mengorganisir diri dan semakin memikirkan yang akan dipersiapkan,dan juga dalam berorganisasi guna merangsangnya agar tetap setia dalam melayani di organisasi GMKI. Dengan harapan kader mulai berpikir bahwa mereka membutuhkan Organisasi terkhusus GMKI untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinannya dan pribadinya.
Labels:
BERITA,
GALERI GMKI
Thanks for reading AYO LIHAT!! Apa Saja Yang Ada di LDK . Please share...!


0 Comment for "AYO LIHAT!! Apa Saja Yang Ada di LDK "