Pergunakanlah Waktu dan Tetap Berpengharapan


Seruan Natal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun

Gbr. Ketua dan Seketaris Cabang GMKI PSS


Tahun 2017 akan segera berlalu, dinamika di tahun 2017 akan segera kita lewati tetapi banyak pelajaran dari setiap peristiwa dan pengalaman yang kita dapatkan dalam satu tahun yang akan penuh ini

Mahasiswa-mahasiswi kawula muda adalah generasi bangsa dimasa yang akan datang, yang dicita-citakan sebagai agen pembawa perubahan. Momen Natal adalah sebuah peringatan peristiwa dimana Juru selamat umat manusia lahir di bumi, untuk pembebasan dan penyelamatan manusia dari kuasa kegelapan.

Ketika saat ini, keadaan di negara kita Indonesia telah memasuki era baru dimana setiap orang di tuntut untuk semakin didepan, maka sudah sepatutnya kader GMKI terkhusus GMKI PSS semakin mengisi kemampuannya agar mampu berdaya saing tinggi di tiga medan layannya dan sebagai wujud implementasinya pada pengabdian.

Kita juga telah  melihat hampir setahun ini, banyak peristiwa menjijikan terlihat di barisan elite-elite negara ini terkhusus segala bentuk kasus korupsi, perampasan tanah dari petani dan masyarakat kecil lainnya oleh mafia-mafia tanah oleh corporation-corporation yang telah berjabat tangan terlebih dulu kepada mereka yang memangku kekuasaan, tidak jauh bedahnya ketika aparat berdiri di depan tambang-tambang ilegal dengan laras panajangnya, di depan tanah-tanah sengketa dengan alasan menjaga keamanan atau menjaga tambang corporation yang sedang menguasai tanah air Indonesia dan tidak jarang korban jiwa berjatuhan dalam setiap momen tersebut.

Indonesia sungguh belakangan ini, terlihat sedikit pelupa dengan apa yang baru-baru ini dialaminya. Setiap bulan media-media menyiarkan berita-berita hangatnya dan tidak jarang kita sering terlupa dengan isu-isu yang belum selesai terbawa dengan isu baru yang diceritakan di media, Indonesia juga belakangan ini terkadang seakan-akan buta matanya, kita terlalu sering melihat yang tidak penting hanya untuk kesenangan emosi sesaat. Tetapi kita lupa melihat dan berempati dengan saudara-saudara kita yang di pelosok dan tiap-tiap ujung pulau-pulau yang masih terisolir dan termarjinalkan di Negeri ini. Sudah waktunya beristirahat dengan semua kemunduran yang merasa sudah maju kedepan oleh sorot-sorot Tell lie Visi kebohongan saat ini.



Seruan Natal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun:

1. Natal adalah sebuah Momen Refleksi atas Kelahiran Juru selamat manusia 21 abad yang lalu.

2. Natal harus dijadikan Momen kritis akan apa yang terjadi di Negeri ini.

3. Memaknai natal saat ini dengan turut merasakan saudara-saudara kita yang masih terus berjuang        akan hak-hak lahan tanah yang masih terus diperjuangkannya dan lain sebagainya.

4. Stop pembungkaman dan tindak kriminalisasi oleh aparat keamanan.

5. Kader-kader GMKI PSS diharapkan kembali fokus ke tiga medan layannya untuk mengisi diri            dimana alaram telah mengingatkan kita untuk siap menjadi kader yang berdaya saing tinggi.

6. Kader-kader GMKI PSS harus tetap setia dan kritis dalam mengkawal proses demokrasi di                  Pematangsiantar-Simalungun.

7. Kader-kader GMKI PSS akan siap menjadi pelopor hadir pada grass root, bersama-sama mereka        yang termarjinalkan.

8. Kader-kader GMKI PSS akan menjadi pembawa damai dalam kehidupan beragama, membangun        relasi umat beragama dalam tema Toleransi di Negara NKRI.




Selamat Natal tahun 2017, teriring salam Badan Pengurus Cabang GMKI PSS Masa Bakti 2017-2019.

Ut Omnes Unum Sint, Syalom.







                                                           

                                                                (       Wahyu Siregar         )
                                                                 Ketua Cabang GMKI PSS


Labels: BERITA, OPINI

Thanks for reading Seruan Natal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun. Please share...!

0 Comment for "Seruan Natal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun"

Back To Top