Pergunakanlah Waktu dan Tetap Berpengharapan


OPINI: Melihat Kembali Tragedi 1998 (REFORMASI)

BAJU BIRU MEMEGANG BENDERA : IZAH SARI SIHOMBING (FOTO-DEMO ALIANSI MAHASISWA DAN PEDAGANG BALIMPEL)

Jakarta 21 mei 1998 Presiden Soeharto yang memegang kekuasaan selama 32 tahun akhirnya lengser juga. Semangat juang Mahasiswa yang menuntut Reformasi dan turunnya Soeharto. 
Detik-detik terakhir Presiden Soeharto menyampaikan pernyataan terakhirnya yang di dampingi wakil presiden BJ.Habibie, Panglima ABRI Wiranto dan beberapa pembantu dekatnya.

Demikian pernyataanya presiden soeharto "saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai presiden RI terhitung sejak saya membaca pernyataan ini pada hari kamis 21 mei 1998." Ada banyak tragedi yang terjadi pada tahun 1998 di balik perjuangan pelengseran masa jabatan Presiden Soeharto yaitu:

1. "Tragedi trisakti" dimana 4 mahasiswa universitas trisakti di tembak dan terbunuh dalam          demonstrasi 12 mei 1998.
2. "Tragedi semanggi" menunjukan kepada 2 kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda sidang istimewa MPR yang mengakibatkan tewasnya warga sipil sebagai berikut:

  ● kejadian pertama => dikenal dengan tragedi semanggi 1 terjadi pada tanggal 11-13 november 1998, masa pemerintahan transisi indonesia yang menyebabkan tewasnya 18 mahasiswa. 
  ● kejadian kedua => dikenal dengan tragedi semanggi 2 terjadi pada 24 september 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan 11 orang lainnya di seluruh jakarta, serta menyebabkan  217 korban luka-luka.

Tragedi para kaum wanita korban perkosaan mei 1998:
Dimasa terjadinya pelengseran Soeharto ternyata terjadi pemerkosaan terhadap kaum wanita Mei 1998.
Bahkan sampai saat ini kejadian yang menimpah para kaum wanita tidak dapat di tindak lanjuti dan di ungkapkan siapa otak-otak pelaku dan dalang  dari semua kejadian tersebut, mereka  memanfaatkan tragedi pelengseran Soeharto dengan melakukan pemerkosaan secara brutal.
Ada banyak korban dari kejadian tersebut, kurang lebih 600 kaum wanita indonesia mengalami pemerkosan yang dikatakan bahkan ada yang sampai digilir oleh banyak pria  secara bergantian setelah mereka memperkosa kemudia mereka memukulinya.

Apakah anda bisa membayakan jika kejadian tersebuat terjadi pada diri kita sendiri maupun adik, kakak, ibu, istri atau anak anda sendiri? (suatu renungan sendiri bagi kita mahasiswa saat ini)

Dengan demikian kita seharusnya dapat  menuntaskan permasalahan ini terkhususnya para kaum wanita kita harus dapat merasakan apa yang di rasakan oleh  para kaum wanita yang menjadi korban pemerkosaan pada mei 1998 agar pelaku pemerkosaan atau pembantaian di tahun 1998, dapat di tangani dan ditindak lanjuti oleh para pihak-pihak yang berwajib, karena jika tidak ini akan menjadi dosa besar bagi negara Indonesia. Karena mereka semua sangat tidak pantas berkeliaran diluar sana menikmati masa tua mereka dengan menduduki bangku-bangku empuk di masa jabatan yang meraka sandang saat ini, sementara ratusan korban kaum wanita menderita dan merasa terlecehkan atas hal yang telah mereka perbuat pada kaum wanita di tahun 1998.

Diatas kita sudah membaca tentang lengsernya Soeharto dan terjadinya tragedi-tragedi seperti tragedi trisakti, semanggi, dan sampai terjadinya hal tragedi pemerkosaan terhadap kaum wanita.

Mungkin di benak kita bertanya apa alasan para mahasiswa saat itu melengserkan masa jabatan Prsiden Soeharto? 
Adapun alasan mengapa mahasiswa melengserkan jabatan presiden soeharto adalah :

1. Pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja, akibatnya banyak pengguran di indonesia.
2. Melemahnya Rupiah terhadap Dolar.
3. Harga BBM naik dan cukup tinggi yang mengakibat kan berkurangnya daya beli barang masyarakat dalam himpitan ekonomi.
4. Presiden soeharto sangat otoriter yang mengakibatkan masyarakat dan mahasiswa tidak bebas untuk berkumpul dan tidak bebas untuk memberikan pendapat terhadap pemerintah indonesia.

Menurut saya banyak perubahan-perubahan dan perbedaan-perbedan yang terjadi pada mahasiwa-mahasiwi tahun 1998 dengan tahun sekarang ini.

Mahasiswa tahun 1998 lebih kritis, pekah dan kompak terhadap apa yang terjadi di dalam lingkungan sekitarnya dan para mahasiswa bersama-sama menyuarakan pendapat-pendapat mereka dalam membela rakyat, salah satunya mereka turun aksi untuk melengserkan presiden soeharto pada saat itu.
Sedangkan mahasiswa-mahasiswi sekarang dapat kita lihat hanya sebahagian yang kritis, peka dan kompak dalam menyuarakan pendapat-pendapat dalam  membela rakyat, dapat kita lihat yang terjadi sekarang ini lebih asik dengan aktivitas-aktivitasnya sendiri salah satunya mahasiswa lebih banyak dan cenderung memperdulikan hal-hal yang bersangkutan dengan gedgetnya tersebut mereka tidak mau keluar dari zona nyaman mereka sampai sebahagian banyak mahasiswa yang tidak tahu kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pemerintahan terkhususnya pemerintahan indonesia kita saat ini.

(Penulis ialah seorang Mahasiswa FKIP UHN  bernama Izah Sari Sihombing, salah satu anggota GMKI-PSS dari Komisariat FKIP UHN)
Labels: OPINI, SASTRA

Thanks for reading OPINI: Melihat Kembali Tragedi 1998 (REFORMASI). Please share...!

0 Comment for "OPINI: Melihat Kembali Tragedi 1998 (REFORMASI)"

Back To Top