Pergunakanlah Waktu dan Tetap Berpengharapan


Mahasiswa hadir sebagai penggerak, penikmat alur atau pengkritik belaka?

Oleh : Agi Julianto Purba
(Kader GMKI PSS/Mah.FKIP UHN Siantar)

Mahasiswa adalah strata tertinggi dalam jenjang sebagai pembelajar aktif, sebagai kaum yg dikenal dengan kaum intelektual,akademisi,cendikiawan. Mahasiswa juga memiliki beberapa peran di kehidupan sosial bermasyarakat, salah satunya yaitu sebagai 'agent of change'. 


Namun di era sekarang, kita seolah-oleh hanyut dengan realita mahasiswa seperti kehilangan 'taringnya' didalam kehidupan sehari-hari. Daya kekuatan untuk berani mengkritisi dan menyuarakan solusi kepada pihak kampus, pemerintah ataupun masyarakat perlahan lahan terkikis oleh sikap acuh tidak acuh, tidak mau tahu ,serta itu bukan urusanku. 

Ditempat saya menimba ilmu di salah satu universitas terkemuka di kota Pematangsiantar, saya mengamati dan mengambil contoh skala kecil bahwa hanya ada 2 - 4 mahasiswa/i perkelas yang memiliki minat dan kesadaran untuk mengembangkan nilai-nilai luhur sebagai mahasiswa, rasa peka terhadap sosial didalam tempahan Organisasi kemahasiswaan. 

Berangkat dari hal ini, saya mengklasifikasikasikan bahwa ada 3 kriteria mahasiswa, yaitu : 

Pertama Mahasiswa sebagai penggerak, yaitu mahasiswa yanh memiliki kesadaran untuk mau menempah dirinya, mengkritiskan pikirannya (critical thinking)  serta memperlengkapi dirinya dengan berbagai macam keahlian yang bisa didapatkannya diluar perkuliahan(creative thinking).  

Kedua, mahasiswa sebagai Penikmat alur, mahasiswa/i seperti ini hanya akan mengikuti rel-rel yg umumnya orang-orang jalani, mereka tidak mau untuk keluar dari zona nyaman karna dibayangi ketakutan yg disebabkan oleh doktrin-doktrin yang berkembang terkait organisasi kemahasiswaan maupun perlawanan. 

Ketiga, mahasiswa sebagai Pengkritik belaka,  mahasiswa/i seperti ini adalah mereka yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang suatu hal, namun mereka hanya bisa mengkritik serta mengkuliti suatu peristiwa yang sedang hangat terjadi. Mereka tidak bergerak untuk memberikan solusi dalam menyelesaikannya. 

Seyogianya menjadi seorang mahasiswa yang disebut kaum intelektual hendaknya memiliki kesadaran untuk menjadi pioner-pioner yang cerdas, berani, siap memimpin, peka terhadap permasalahan sosial dalam kehidupan di perguruan tinggi serta masyarakat.
Labels: OPINI

Thanks for reading Mahasiswa hadir sebagai penggerak, penikmat alur atau pengkritik belaka? . Please share...!

0 Comment for "Mahasiswa hadir sebagai penggerak, penikmat alur atau pengkritik belaka? "

Back To Top