Iman adalah dasar kepercayaan yang lewat
perenungan dan itulah yang menjadi penghayatannya dalam kehidupan seseorang
kepada Tuhannya. Dan ini merupakan tidak memiliki ukuran yang mutlak dalam
pengenalannya. Kebebasan dalam memikirkan dan menciptakanya di berikan
seluas-luasnya. Jika dalam Kekeristenan mengenal Yesus sebagai Allah yang hidup
anak Allah dalam perwujudannya, ini merupakan gambaran kontekstual yang menjadi
patokan seseorang kepada Tuhan. Maka tidak
salah jika Yesus tersebut itu menjadi milik semua orang dan itu yang akan
dibawanya dalam konteks kehidupannya yang di dalamnya ada aspek sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan.
Aspek inilah yang akan mempengaruhi daya nalar dan penghayatan seseorang dalam
mengenali Tuhannya.
Pengharapan merupakan suatu yang abstrak
yang tidak akan pernah habisnya, sampai pada penggenapan pengharapan itu tiba. Jika
dengan pengertian singkat ini dapat diartikan orang yang dalam pengharapan
adalah orang yang setia, dan yang setia tidak akan pernah meninggalkan. Jika kembali
ke kalimat awal, maka meninggalkan yang dimaksud adalah meninggalkan
pengharapannya. Dengan demikian orang yang tidak setia adalah orang yang tidak
berpengharapan dan pengharapan itu tidak ada batasannya.
Jangan pernah mundur, adalah kata yang
tepat bagi orang yang beriman dan berpengharapan. Saat ini kita akan melewati
masa-masa pergumulan yang ditunggu-tunggu dan memang akan selalu ada tidak tau
entah berapa kali lagi kita akan melewatinya. Mengenal mu tidak sekedar
mengetahui keperibadian mu. Tetapi mengenal mu adalah membawa kamu kedalam doa,
di dalam doa berarti kita memiliki pengharapan yang indah yang baik yang di
rancang tetapi bukan kehendak kita melainkan kehendak-Nya.
Pergumulan ini merupakan suatu jalan
kepada yang lebih baik, bukan untuk di hindari jika telah memasukinya, tapi mintalah
penguatan kepada-Nya. Karena secara sadar jika sedang tersadar banyak pelajaran
yang kita dapatkan satu sama lain yang dapat kita proyeksikan untuk 25 tahun
atau 50 tahun, atau mungkin 100 tahun lagi kedepannya. Apakah yang menjadikan
gambaran aku dan kamu nantinya. Dalam kata lain untuk saling mengenali. Jangan pernah
keluarkan kata terlambat karena tidak ada yang terlambat. Untuk sebuah komitmen dapat di mulai kapan saja.
Kita pernah memiliki impian yang besar
kedepannya. Itu telah kita bawa dalam doa, iman dan pengharapan kita sedang
bekerja, di dalam iman ada roh yang bekerja yang mengajarkan kita bagaimana
menyikapi setiap pergumulan itu, dan inilah yang membimbing kita dalam setiap
gerak hidup tersebut. Orang yang mengalami kegagalan bukan berarti orang yang
tidak memiliki iman dan pengharapan tetapi biarlah itu yang menjadi jawaban
dari roh tersebut yang mengarahkannya jika hal tersebut melalui penghayatan
rohani bukan emosi semata. Dan biarlah
pengharapan itu selalu ada dalam pembaharuannya.
Aku pernah mengenal seorang ibu yang
membesarkan ku dengan penuh kasih sayang, entah mengapa suatu hari si ibu di
ambil oleh pemiliknya dalam kecelakaan dasyat yang menghilangkan nyawanya
seketika. Sebagai sosok seorang anak laki-laki termudah yang memiliki ikatan
batin tersendiri ia mengalami pergumulan berat yang membuat cara hidupnya
banyak berubah. Semuanya terasa gelap pengharapan seketika hilang. Mempersalahkan
sang pencipta adalah yang dapat ia lakukan. Cukup lama waktu baginya untuk
bangkit kembali dari masa kegelapan yang ia jalani, dan ketika suatu ketika
hari baru datang kepadanya yang tercipta dari penguatan keluarganya, mungkin
angan-angannya tidak akan di hapus, hanya akan mengalami banyak perubahan besar
yang akan dirancang kembali dalam melewati semua momen besar dalam harapan dan
angan yang akan segera ia dapatkan. Yang
menjadi tekanan disini iman dan pengharapan itu dapat melalui kasus yang
berbeda-beda konteksnya disini mengatakan iman dan pengharapan itu dapat di
perbaharui orang yang putus asa belum menjadikan ia orang yang tidak beriman
dan pengharapan. Tetapi sosok yang menjadi penopang baginya di perlukan untuk
membawa ia keluar dari hal tersebut.
Hari demi hari, bulan berganti bulan,
tahun berganti tahun, perbaharuilah selalu iman dan pengharapan mu jangan
biarkan ia hanya dalam ucapan biarkanlah ia menjadi iman yang hidup dan
pengharapan yang terlihat dari setiap gerak hidup kita. “Karena kita mengenal dunia ini
dan segala isinya dalam Tuhan sebagai pencipta, biarkanlah Ia yang turut
bekerja tampa menyangkal Ia”.
Labels:
RENUNGAN
Thanks for reading IMAN DAN PENGHARAPAN. Please share...!


0 Comment for "IMAN DAN PENGHARAPAN"