![]() |
| Gbr.Belajar dengan Oppung |
Anak sebagai generasi emas yang diibaratkan hal yang
berharga dan harus di jaga, jika demikian dapat diartikan bahwa anak memiliki
keunikan tersendiri yang seharusnya di kagumi dan dibanggakan oleh setiap insan
dalam kehidupannya terkhusus orang tua anak tersebut. Banyak hal yang menjadi
senyuman dari orang sekeliling anak tersebut ketika mengikuti perkembangan
pertumbuhan anak sejak dari dalam kandungan hingga terlahir dan bertumbuh dalam
fase-fase kehidupannya, gerakan yang dipertunjukkan anak ketika mencoba berjalan
adalah sebagai bukti kebanggaan tersendiri bagi keluarga terkhusus ayah dan
ibunya. Dimana pada kodratnya ditahap ini mereka telah menunjukkan sebuah
proses perjuangan yang mulai anak masuki dalam fase kehidupannya yang
seharusnya orang tua mulai menyadari anak tersebut sebagai kebanggaan dari buah
cinta mereka dan mulai memikirkan akan dibawa kemana masa depan anak tersebut.
Model Perkembangan Anak
Jika kita menelisik lebih jauh semua
anak dilahirkan dengan bakatnya masing-masing atau keunikan seperti yang di
atas yang telah dipaparkan, dan kita juga dapat perhatikan dalam dunia anak
saat ini banyak dari antara mereka telah mampu menunjukan dari keunikan atau
bakat tersebut di usianya yang masih dini, mengapa demikian? Yang pertama kita
harus perhatikan ialah bagaimana model kehidupannya sebagai anak dalam
keluarganya. Berbicara keluarga disini bukanlah mengarah kepada perekonomian,
mengapa diarahkan demikian karena pada saat ini banyak perspektif yang muncul
jika anak tersebut sedikit lebih cerdas dari anak lainnya akan muncul pandangan,
bahwa disebabkan kehidupan anak tersebut difasilitasi dengan lengkap sehingga
menunjang kecerdasannya. Ternyata hal ini bukan sepenuhnya tetapi hal yang
paling mendasar adalah bagaimana konsep interaksi antara anak dengan orang tua,
dan orang tua dengan anak. Dimana anak pada fase tertentu akan menunjukkan kemampuannya
diberbagai dimensi secara pengetahuan, mengingat, merespon ,dan juga gerakan
pada tubuhnya. Pada tahapan inilah orang tua seharusnya memiliki tingkat
kepekaan interaksi yang tinggi untuk merespon dari setiap kemampuan yang disampaikan
anak tersebut. Secara singkat hal ini yang akan membantu anak tersebut untuk
memperkenalkan dirinya dengan bakat atau keunikan-keunikan dari padanya.
Yang kedua adalah lingkungan dimana tempat ia bertumbuh
dan berinteraksi, hal yang ia dapatkan dalam keluarga tadi akan menjadi
gambaran yang menjadi cerminannya dalam proses interaksi dengan lingkungan.
Namun lingkungan tidak semua mendukung atau memberikan hal hal positif dari
proses perkembangan dan pertumbuhan anak tersebut. Maka peran orang tua juga
tidak boleh lepas dari hal ini, untuk memberikan batasan-batasan yang
mengarahkan dan yang memberikan pengertian akan hal-hal apa yang ia peroleh
dalam lingkungannya, karena anak yang memiliki interaksi dan ikatan batin yang
baik dalam keluarga akan membiasakan ia untuk selalu bercerita akan hal-hal
atau sejarah yang ia telah dapatkan dalam lingkungannya dalam satu hari
tersebut. Dalam interaksi dengan dunia
lingkungannya tersebut ia akan banyak menerjemahkan dalam suatu bentuk
cita-cita yang akan menjadi kenginginannya kelak. Interaksi dengan dunia
lingkungan yang dimaksud ialah informasi dan pengetahuan akan hal-hal yang baru
yang dapat menjadi motivasinya, contoh hal “ia melihat seorang polisi, ia akan
menerjemahkan seorang yang gagah sehingga memotifasinya dengan rasa kagumnya, disinilah
peran orang tua juga diperlukan untuk menampung dan mengarahkannya sesuai
dengan rekaman-rekaman yang telah ia dapatkan sebagai bentuk refleksi masa
depannya.
Anak Sebagai Harapan Generasi Masa Depan
Ø Keluarga
Anak dalam keluarga adalah suatu harapan, dimana orang
tua secara langsung atau tidak langsung turut mempengaruhi cita-cita dari anak
tersebut. Sebagai konteks batak, anak digambarkan sebagai harta terbaik, harta
terbaik yang dimaksud harta paling megah bagi keluarganya, bukan dinilai
sebagai bentuk ekonomis tetapi sebagai pendorong naiknya harkat martabat dari
orang tuanya. Banyak orang tua di tanah batak menyekolahkan anaknya
tinggi-tinggi hanya untuk cita-cita akan satu hal yaitu kelak anaknya bisa
lebih baik darinya, filosofi ini bagi orang batak disebut “anakhon hi do hamoraon di ahu” artinya anak ku adalah kekayaan
bagi ku. Bersekolah adalah cara yang
paling ampuh di kenal mereka orang tua di tanah batak untuk meraih cita-cita,
orang tua batak bekerja hanya untuk anaknya dengan demikian di tanah batak
pendidikan adalah suatu hal yang sangat dinilai di tempat ini, “dengan sedikit
sombong juga saya ingin mengatakan mungkin karena hal inilah orang batak banyak
yang duduk dan bekerja di tempat yang sesuai dengan bentuk perjuangan dari
orang tua dan dari anak tersebut”. Dari pengertian yang berangkat dari konteks
batak ini disimpulkan bahwa orang tua, anak, dan pendidikan adalah hal yang
saling bersinggungan dan untuk menjadi suatu harapan masa depan, maka
pendidikan adalah hal yang ditawarkan untuk mencapai dari masa depan tersebut dengan harapan hanya
untuk suatu hal baik kelak.
Ø Bangsa
Impian terbesar dari sebuah bangsa yang besar adalah
melahirkan generasi yang akan menjadi penerus untuk menggantikan setiap posisi
yang menyangkut dengan kehidupan negara, baik dalam segi ekonomi, kesehatan,
politik, dan lainnya. Dengan demikian anak yang akan selalu menjadi harapan
untuk mewujudkannya yang dalam bentuk generasi muda. Oleh karena itu, dengan
berbagai cara dan metode yang bermacam negara menyediakan dan memberikan
fasilitas dengan seupayanya, melalui PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang
disediakan untuk mengembangkan pendidikan anak sejak usia dini, Sekolah Negeri
yang berkompeten untuk membantu anak-anak yang memiliki kemampuan yang baik,
juga beberapa fasilitas yang mampu mengembangkan bakat dari setiap anak-anak
bangsa sesuai dengan kemampuannya masing-masing semua ini hanyalah untuk
meningkatkan mutu, dan kualitas dari sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian
negara harus menyediahkan mesin produksi
yang handal untuk hal yang dicita-citakan kepada generasi anak bangsa.
Anak sebagai dimensi kehidupan yang diarahkan dalam
tulisan ini untuk perspektif generasi masa depan, menerangkan untuk memahami
kondisi anak tersebut dalam beberapa kelompok dimana ia tumbuh dan berkembang
dan tidak lepas dari kondisinya sebagai harapan sudah sepatutnya mereka dijaga
dan dirawat sesuai periode kehidupannya, mengarahkannya kepada suatu tujuan
hidupnya yang di gambarkan dimasanya kelak.
(Penulis Lestari Simanjuntak, mantan Kabid Or GMKI masa bakti 2015-2017)
(Penulis Lestari Simanjuntak, mantan Kabid Or GMKI masa bakti 2015-2017)
Labels:
OPINI
Thanks for reading ANAK SEBAGAI DIMENSI KEHIDUPAN (Sebagai Perspektif Generasi Masa Depan). Please share...!


0 Comment for "ANAK SEBAGAI DIMENSI KEHIDUPAN (Sebagai Perspektif Generasi Masa Depan)"