Ada
sejumput bahagia yang kurasakan apabila orang disekitar ku merasakan
kebahagiaan yang ku bagi, baik itu keluarga, sahabat, kenalan (read :baru
kenal), sampai tidak kenal sama sekali. Kata sejumput lebih dipilih karena
sifatnya sementara dan tidak berlama - lama. Mungkin dikarenakan dasarnya
adalah tanpa pamrih, murni tidak mengharapkan apapun apalagi senilai kata
terimakasih, itu pun tidak ada tersirat dalam sanubari. Sebagian besar
adalah karena hal kecil yang dapat ku lakukan untuk membantu, memberi sedikit,
meluangkan waktu, memberi ruang, tenaga, pikiran bahkan jiwa sekalipun.
Kebahagiaan
itu sendiri sepertinya hinggap hanya pada orang yang benar -benar menyampaikan
isi hatinya lewat tindakan kecil ataupun besar namun getaran nya sampai ke ulu
hati nya si penerima kebahagiaan. Hal - hal kecil tersebut kalau aku mencoba
membagikan mungkin agak tidak bernilai apalagi menggugah orang lain namun tetap
akan ku bagikan.
Katakan
saja ketika menyebrangi jalan raya dengan menggandeng tangan seorang anak kecil
yang sedang celingak - celinguk menantikan kendaraan sepi lalu mengajaknya
menyebrang walau sebenarnya aku berada di posisi yang tidak memerlukan
penyebrangan untuk mencapai tujuan, hal itu juga sering terjadi juga bagi
oppung tua dan penyandang difabel, aku akan dengan senang hati melakukan itu,
oh iya, itu terjadi bagi orang - orang yang tidak kukenali.
Ada
juga hal lain yang terjadi seperti membantu ibu - ibu yang kebingungan di stand
ATM Bank dikarenakan tidak tahu mengoperasikan bagaimana untuk melakukan
transfer, menarik uang bahkan untuk membantu melihat saldo sekalipun,
selanjutnya menunggu seorang nenek serta penyandang difabel turun dari angkot
dan bisa kita bayangkan bagaimana lambatnya proses itu sedangkan sudah
diburu waktu alias terlambat. Dan masih banyak lagi hal kecil yang belum
dipublish.
Aku
sengaja membatasinya karena ingin mengurangi asumsi publik akan pamer kebaikan.
Karena sesungguhnya ada banyak sudut pandang manusia yang tidak dapat kita
batasi keliaran nya. Maklum saja karena manusia seyogyanya adalah empunya free
will dari Nya.
Dasar
berpikirnya sederhana, tidak semua manusia di dunia seperti yang santer di
beritakan hari - hari di rubrik kriminal, di HL (read : head line) media
massa yang senantiasa memamerkan kebobrokan sistem dan manusia nya. Sangat
sarat dengan asumsi negatif alhasil menciptakan pembaca yang apatis, egois dan
lupa diri, kritis namun minim aksi, tukang nyinyir, penggosip, sampai
pengamat jadi - jadian.
Iya,
harapannya lahirlah semangat melakukan kebaikan yang tulus tanpa kepentingan
yang tersembunyi. Melakukan hal kecil tanpa pamrih adalah wujud yang nyata
tanpa tanya dan tanpa waktu yang lama untuk melakukan nya apakah untung atau
mudarat, tidak. Karena hanya ada satu kata "lakukan".
Kita
muak dengan janji manis mantan yang suka membuyarkan logika kita, janji anggota
DPR yang memuakkan, umbaran iklan make up, facial foam, sabun, odol, makanan,
minuman, rokok yang tidak realistis dan janji - janji lain yang hanya tinggal
janji. Persetan dengan janji !
Jadi
intinya lakukan lah kebaikan- kebaikan kecil yang sepertinya tidak bernilai
dimata haters /likers namun setidaknya yang merasakan nya sedikit terimbas
bahkan sembuh dari anti sosial nya dan ikut mentransfer hal yang sama kepada
orang lain. Mudah - mudahan berefek massif seperti domino yang menggerakkan
semua lini.
Semoga
saja, biarlah Tuhan yang menguatkan kamu yang masih, senantiasa, bahkan belum
melakukan tranfusi kebaikan ini. Dan iya ini semua atas nama
kebahagiaan.(LSG)
Labels:
SASTRA
Thanks for reading KEBAHAGIAAN YANG USANG. Please share...!


0 Comment for "KEBAHAGIAAN YANG USANG"