Seminar "Panggilan dan Pergerakan Bagi Perdamaian Palestina Israel". Diadakan STT HKBP (25/01). Dengan mengundang 1.Dr. Jimly Ketum Ikatan Cedikiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2.Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga (Keuskupan Agung Medan) 3.Pdt. Lipiyus (FKUB) Papua 4.Pdt.Rumanja Purba (Eporus GKPS) 5.Dr. Damos Sihombing (Dirjen Kemenlu).
Dirjen Kemenlu RI berpendapat bahwa yang diakui berasal dari pengakuan dari tiap-tiap Negara jika dilihat melalui Hukum Undang-undang Internesional. Konflik yang terjadi belakangan ini yang keluar dari Presiden Amerika Donal Trump adalah salah satu cara untuk menjadikan embrio atas pengakuan Yerusalem milik Israel. Tetapi strategi ini gagal dari penolakan tiap tiap negara dan hanya satu negara yang ikut mengakui yaitu Guatemala. Dan ini tidak lepas dari peran besar pemerintah indonesia dibawa kepemimpinan Presiden Jokowidodo yang menguarkan pendapat dan mengecam tindakan Amerika. Jokowi juga membangun hubungan diplomasi dan lobi lobi dengan negara- negara yang bergabung dalam OKI untuk tidak ikut mengakui atas tindakan yang dilakukan Amerika.
Sedangkan Tokoh agama dan Tokoh keberagaman menyebutkan bahwa Israel lahiriah berbeda dengan Israel yang kita imani dan itu bukan israel yang saat ini. Dan segala tindakan penindasan dan kekerasan harus segera di hilangkan atas dasar kemanusiaan kita. Agama Abraham tiga agama besar harus segera duduk bersama berbicara agar kedamaian di dunia tercapai dan tindakan pelanggaran hak kemanusiaan dapat di hilangkan.
Dan kegiatan ini diakiri dengan mengeluarkan Petisi yang ditandangani seluru peserta seminar yang nantinya akan dikirimkan kepada Dewan Keamanaan PBB.(25/01)
Labels:
BERITA
Thanks for reading STT HKBP :"Panggilan dan Pergerakan Bagi Perdamaian Palestina Israel". Please share...!


0 Comment for "STT HKBP :"Panggilan dan Pergerakan Bagi Perdamaian Palestina Israel""